2.19.2013
Aku menyebutmu jingga. Sebenarnya aku ini senja. Kita bersama pada waktunya. Aku yang lebih setia, karena bukan senja jika tidak jingga.
Sementara kau mencicipi rasa pagi, aku menunggu untuk kau hampiri. Karena jingga tidak mesti senja.
Aku akan menjadi utuh jika kau mendeklarasikan kesepakatan diam-diam antara kita. 'Jinggaku hannya untuk senjamu', katakan saja itu. Dan, aku akan tercekik, tersengal, lalu mati. Ah, mati pun aku bahagia.
Kini, aku masih senja yang menunggu jingga. Kita akan bersama tepat pada waktunya. Begitulah yang kudengar dari takdir.
Happy enjoy!
Sementara kau mencicipi rasa pagi, aku menunggu untuk kau hampiri. Karena jingga tidak mesti senja.
Aku akan menjadi utuh jika kau mendeklarasikan kesepakatan diam-diam antara kita. 'Jinggaku hannya untuk senjamu', katakan saja itu. Dan, aku akan tercekik, tersengal, lalu mati. Ah, mati pun aku bahagia.
Kini, aku masih senja yang menunggu jingga. Kita akan bersama tepat pada waktunya. Begitulah yang kudengar dari takdir.
Is there our fate between you and me? Is it possible for us? If it is, there is no worry for anything... cause everything in its time
Happy enjoy!
Langganan:
Posting Komentar
(Atom)

0 komentar:
Posting Komentar
Leave a comment