1.26.2013
Langit sudah menarik selimut pekatnya sejak tadi. Aku mulai merasakan kesunyian merangkak perlahan, memekakan asa yang beku. Saat seperti ini, kala angin malam berbisik getir, sebuah pernyataan yang tak dapat dielak terkuak. Bahwa, aku merindukanmu.
Belum pernah aku merasakan kerinduan yang hebat seperti saat ini. Saat ketika nyanyian serangga malam terdengar pilu. Entah apa yang membuat rasanya begitu dalam menusuk. Relung hatiku, coba saja kau lihat bagaimana rupanya sekarang. Ah.
Aku coba bertanya pada apapun yang dapat mendengar bisikan hatiku :'Untuk apa aku merindukanmu?', 'Kenapa aku harus merindukanmu?', 'Bagaimana bisa aku merindukanmu?' . Namun, tak ada jawaban dari apapun yang hidup di malam ini. Mungkin kau telah menutup rapat mulut mereka.
Sampai akhirnya aku bertanya hanya pada diriku, 'Apa kau pernah merindukanku, bahkan sehebat seperti yang kurasa?'. Tunggu, tapi sungguh, aku tak memintamu untuk merindukanku. Hanya saja aku ingin kau ubah semua tanda tanya itu menjadi titik dua yang memiliki akhir. Kurasa hanya itu yang aku butuhkan. Meski setiap orang memiliki harapan dalam rindunya : untuk bertemu kembali atau untuk kembali bersama. Sayangnya aku tidak.
Happy enjoy!

Happy enjoy!

note : picture took from we heart it
Langganan:
Posting Komentar
(Atom)

0 komentar:
Posting Komentar
Leave a comment